Senin, 11 Agustus 2014

Kotak Baterai Dari Handphone Matot



Bismillah,...

Box baterai, untuk apa ya? Bagi yang belum tau, alat ini berguna sebagai tempat atau penahan baterai untuk uji coba rangkaian-rangkaian elektronika sederhana bagi para peng-hobi elektronika. Nah, disini saya akan menyajikan tentang langkah-demi-langkah proses pembuatan box atau kotak baterai dari barang elektronika bekas yang saya temukan di gudang.





Catatan:

Ilustrasi yang digunakan disini memiliki kuwalitas gambar yang rendah karena media yang digunakan adalah sebuah handphone dengan kamera sebesar 2Mp.

Apa yang saya temukan di gudang dan kemudian menjadi kotak baterai adalah:

    - Sebuah handphone Nokia 3220 matot
    - Sebuah handphone Nokia 6600 matot
    - Sebuah mainboard komputer mati
    - Beberapa Centi Meter kawat kecil

Dan apa yang saya beli untuk kelengkapan lainya adalah:

    - Satu lembar pcb matrix seharga Rp. 6.000,-

Peralatan yang digunakan untuk proses pembuatanya adalah:

    - Solder
    - Timah solder
    - Pinset
    - Bor listrik atau bor manual
    - Penahan PCB
    - Tang
    - Tang potong
    - Gergaji besi dengan mata gergaji sebesar 0.5mm


Untuk dudukan baterainya, saya menggunakan tulang Nokia 3220 karena baterai yang saya miliki adalah baterai dengan tipe BL-5B yang digunakan oleh Nokia 3220 tersebut.

Langkah pertama yang dilakukan adalah melepas tulang Nokia 3220 dari kasing dan papan PCB lalu memotong dudukan baterai.

Sumber gambar: tokopedia.net

Kemudian dengan menggunakan bor, buat empat buah lubang pada sisi-sisi dudukan untuk mengikatnya pada papan PCB matrix.

Sumber gambar: mmionline.net



Selanjutnya untuk konektor baterai. Disini saya mengambil konektor baterai milik Nokia 6600 yang sudah mati total. Saya lakukan pemotongan langsung menggunakan gergaji.

Baterai Konektor
Sumber gambar: ownta.com

Gambar diatas menunjukan bentuk konektor baterai yang digunakan.


Untuk konektor dari baterai menuju rangkaian elektronika, saya menggunakan male pin jumper yang saya dapat dari mainboard komputer yang telah mati. Pin tersebut terlihat seperti gambar berikut:

Male PIN Jumper
Sumber gambar: goldmine-elec-products.com

Sebenarnya akan lebih mudah dalam penggunaan bila menggunakan female pin jumper. Tapi karena saya hanya mendapatkan male pin jumper, jadi saya gunakan saja.

Female PIN Jumper
Sumber gambar: thaieasyelec.net



Ok. Semua komponen telah terkumpul. Sekarang saatnya untuk merakit dan men-solder. Tapi sebelum memulai men-solder, ada baiknya dibuat terlebih dahulu sketsa gambar dari hasil akhir nanti yang terlihat kira-kira seperti ini:


Setelah mengetahui hasil akhirnya nanti, yang pertama kali akan di solder adalah male pin jumper-nya. Kemudian baterai konektor, dan yang terakhir adalah dudukan baterai.

Oh iya, untuk konektor baterai, karena masuk dalam kategori SMD (Surface Mount Device - komponen yang hanya menempel pada permukaan PCB), maka perlu untuk menyambung kaki-kaki konektor dengan kawat (bisa menggunakan kawat tembaga atau kawat bekas kaki lampu LED) agar kaki konektor dapat menjangkau bagian bawah PCB.







Untuk mengikat dudukan baterai, gunakan kawat yang telah disiapkan tadi. Caranya adalah dengan memasukan kawat pada lubang dudukan baterai yang dibuat tadi, tarik kawat kebawah hingga masuk pada lubang PCB matrix kemudian di solder.

Langkah terakhir adalah menghubungkan kaki konektor baterai ke kaki pin jumper dengan cara men-solder-nya secara langsung.


Selesai.

Berikut adalah hasil akhir saat kotak baterai dicoba dengan lampu LED:


Sekian dan semoga bermanfaat, :-)